- Fatwa al-‘Allamah Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Dewan Ulama Senior serta Lembaga Tetap Penelitian Ilmiah dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi, beliau berkata,
..وتسمية هذه الأناشيد بأنها إسلامية يعطيها شيئا من المشروعية وأنها من الدين وهذا شيء لم يقله إلا ضُلال الصوفية ومبتدعيهم، الذين يجعلون الأناشيد من الذكر والعبادة، تشبها بالنصارى الذين يجعلون الأهازيج والترانيم جزءا من صلواتهم، فتسمية هذه الأناشيد بأنها إسلامية هو من باب التزييف والترويج لها والمجاراة لمذهب الصوفية.
انتهى النقل من كتاب “البيان لأخطاء بعض الكُتَّاب” للعلامة الفوزان.
“… Pemberian nama terhadap Anasyid ini dengan sebutan ‘(Anasyid) Islami’ memberikan kesan bahwa Anasyid ini memiliki legitimasi (pembenaran) secara hukum syar’i, dan bahwa Anasyid tersebut merupakan bagian dari agama. Ini adalah sesuatu yang tidak pernah dikatakan kecuali oleh orang-orang sesat dari kalangan (tarekat) sufi serta ahli bid’ah mereka, yang menjadikan Anasyid sebagai bagian dari dzikir dan ibadah, meniru-niru (kebiasaan) orang-orang Nasrani yang menjadikan nyanyian dan tembang (lagu-lagu) sebagai bagian dari ibadah mereka.
Menamakan Anasyid ini dengan sebutan ‘Islami’ adalah salah satu bentuk upaya pemalsuan dan promosi untuknya, serta upaya mengikuti jejak pola pemikiran kaum (tarekat) sufi.”
Perkataan ini dikutip dari kitab “Al-Bayan li Akhtha’i Ba’dhi al-Kuttab” karya Al-‘Allamah Al-Fauzan.
![]()