Hukum Penyerangan Terhadap Turis Asing di Negeri Muslimin Menurut Ulama Wahabi

Bagikan :

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz (wafat 27 Muharram 1420 H), demikian kerap nama beliau disebut, adalah seorang ulama pakar hadits, fikih, dan akidah yang tersohor. Mufti kerajaan Arab Saudi sekaligus ketua lembaga persatuan ulama Islam dunia. Beliau, yang tak jarang juga dituduh secara sepihak oleh kaum liberalis dan syiah sebagai ulama Wahabi yang ekstrem, ternyata telah memberikan bimbingan yang sejuk dan ilmiah, yang akan melahirkan stabilitas keamanan nasional, di negara mana pun seorang salafi berdomisili.

Dalam salah satu fatwanya ketika ditanya tentang hukum penyerangan terhadap turis asing di negeri muslimin, beliau menjawab:

“Perbuatan ini tidak boleh. Penyerangan terhadap siapapun tidak dibenarkan, baik mereka statusnya sebagai pelancong maupun pekerja, karena mereka berada dalam jaminan perlindungan (negara), mereka telah masuk (ke wilayah negara) dengan jaminan keamanan, maka tidak dibenarkan penyerangan terhadap mereka. Justru (seharusnya) pemerintah dinasehati agar melarang para turis tersebut menampakkan perkara-perkara yang tidak pantas.

Adapun operasi penyerangan terhadap mereka tidaklah diperbolehkan. Individu-individu masyarakat tidak memiliki wewenang sedikit pun membunuh, memukul maupun menyakiti mereka. Justru yang menjadi kewajiban mereka adalah melaporkan perkara tersebut kepada pemerintah. Karena penyerangan terhadap para turis asing merupakan gangguan terhadap sekelompok orang yang sudah masuk dalam jaminan keamanan (negara), sehingga sangat tidak dibenarkan gangguan terhadap mereka, tetapi semestinya dilaporkan kepada pihak yang mampu mencegah masuknya mereka atau mampu mencegah mereka dari kemungkaran yang nyata tersebut.

Sedangkan upaya menasehati dan mengajak para turis asing tersebut kepada agama Islam, atau menasehati mereka untuk meninggalkan kemungkaran -jika mereka orang-orang Islam-, maka hal itu sangat diharapkan dan didukung oleh dalil-dalil syari’at.

Dan dari Allah semata pertolongan itu diharapkan, serta tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

Shalawat dan salam (kami) tujukan untuk baginda Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya.”

(Majmu’ Fatawa lbnu Baz [8/239])

س: ما حكم الاعتداء على الأجانب السياح والزوار في البلاد الإسلامية؟

ج: هذا لا يجوز، الاعتداء لا يجوز على أي أحد، سواء كانوا سياحا أو عمالا؛ لأنهم مستأمنون، دخلوا بالأمان، فلا يجوز الاعتداء عليهم، ولكن تناصح الدولة حتى تمنعهم مما لا ينبغي إظهاره، أما الاعتداء عليهم فلا يجوز، أما أفراد الناس فليس لهم أن يقتلوهم أو يضربوهم أو يؤذوهم، بل عليهم أن يرفعوا الأمر إلى ولاة الأمور؛ لأن التعدي عليهم تعد على أناس قد دخلوا بالأمان فلا يجوز التعدي عليهم، ولكن يرفع أمرهم إلى من يستطيع منع دخولهم أو منعهم من ذلك المنكر الظاهر.

أما نصيحتهم ودعوتهم إلى الإسلام أو إلى ترك المنكر إن كانوا مسلمين فهذا مطلوب، وتعمه الأدلة الشرعية، والله المستعان، ولا حول ولا قوة إلا بالله

وصلى الله وسلم على نبينا محمد، وآله وصحبه

مجموع فتاوى ابن باز (٨/٢٣٩)

 

Loading

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *