Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata,
والواجب على العالم حينما يكتب شيئا من العلم: أن يتقي الله سبحانه وتعالى، ولا يكتب إلا ما يوافق الكتاب والسنة؛ لأنه مسئول عن كتابته، فلا يكتب في فتواه ولا في مولفه ولا في مقالته إلا ما يوافق الكتاب والسنة، ولا يكتب شيئا من عند نفسه وهواه، ويقول: هذا من الشرع، أو هذه هي الشريعة
“Wajib atas seorang yang berilmu, ketika menulis sesuatu tentang ilmu, untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Hendaknya dia tidak menulis kecuali tulisan yang sesuai dengan al-Qur’an dan as-Sunnah, karena dia akan dimintai pertanggungjawaban tentang tulisannya itu.
Maka, janganlah menulis dalam fatwanya, karya tulisnya, maupun artikelnya, kecuali sesuai dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Janganlah menulis berdasarkan buah pikirannya sendiri maupun hawa nafsunya, lantas mengatakan: ‘ini bagian dari syariat’, atau ‘inilah syariat’.”
[Syarh Masail al-Jahiliyyah, hal. 116-117]
![]()
Bismillah afwan mau bertanya hukum menerima upah dari atasan yang melakukan tindak kecurangan dan dusta dalam jual beli bgmn ustad? Halal kah atau haram.. Jazakallahu khair
Pertanyaan dijawab pada link berikut: https://luqmanbaabduh.com/tj-menerima-upah-dari-atasan-yang-melakukan-tindak-kecurangan-dan-dusta-dalam-jual-beli/